Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Sepeda Motor (Bagian 1). Roda dua seperti artikel ini bagian 2.
* ... Setelah aku jatuh dari sepeda motorku, aku berusaha bangkit dari jalan aspal dan pindah ke sisi jalan. Pikiranku yang tadinya optimis kini berubah menjadi tidak karuan dan sebenarnya aku ingin diam di situ karena tidak sanggup lagi. Siku tangan kananku terasa sakit dan benar itu akibat benturan dengan jalan aspal. Sebelumnya memang aku merasa tidak ada yang beres. Namun ini adalah takdir dan ini merupakan sebuah pengalaman pertama aku jatuh dari sepeda motor, setelah aku bisa men-starter yang tadinya tidak bisa aku berjalan lagi meski hujan tetap turun tetapi kini dengan kecepatan lambat (~15 kmph) aku yang tadinya memiliki rencana jika tidak hujan kini berpikir lain, dan aku memilih jalan lain untuk menghindari terjatuh lagi. Setelah datang di desaku yaitu Kasokandel di sini ternyata hujannya lebih deras dan ditambah suara petir menggelegar tetapi itu tidak membuatku berhenti karena memang sedikit lagi sampai di rumah. Setelah di rumah, aku tidak menceritakan kejadian tadi ke orang tuaku dan aku tidak tahu sampai kapan rahasia ini terungkap. - The End *
NB :
- Ini adalah artikel ketigaku yang diterbitkan di hari yang sama.
- Ini artikel pertamaku yang langsung menceritakan pengalamanku di hari itu juga aku menerbitkannya di Blog ini.
- Ironis, setelah aku menerbitkan artikel tentang kematian aku berhadapan dengan kematian walau aku masih selamat.
- Ini adalah artikel ketigaku yang diterbitkan di hari yang sama.
- Ini artikel pertamaku yang langsung menceritakan pengalamanku di hari itu juga aku menerbitkannya di Blog ini.
- Ironis, setelah aku menerbitkan artikel tentang kematian aku berhadapan dengan kematian walau aku masih selamat.
~EnS~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.