Laman

Minggu, 17 Agustus 2014

Diam Bukanlah Emas

Artikel ketigaku ini memiliki tiga kata dalam judulnya dan ini adalah yang pertama dalam artikel yang aku buat tenang kehidupanku yang sudah diketahui hampir semua orang dan ini artikel yang dapat kalian ambil maknanya karena sangat mendalam jika kau tanya aku.

 Pasti kalian tahu peribahasa ini "Diam adalah emas" memang ini benar tetapi kini mungkin salah besar, jika kalian ditanya oleh guru apakah ada yang ditanyakan dan kalian diam maka peribahasa ini salah dan jika kalian mempunyai ide atau pendapat yang cemerlang dan tidak mau mengungkapkannya kepada seseorang atau kalian lebih memilih diam maka ini salah besar. Mungkin peribahasa tersebut dibuat karena pada waktu itu banyak yang aktif (tidak ingin diam) atau banyak orang cerewet maka pada waktu ini peribahasa tersebut sangat cocok. Tetapi zaman tidak akan sama, kini malah tidak ada yang aktif dan kebanyakan banyak yang selalu diam.

 Aku pernah merasakan ini, pertama masuk Sekolah Dasar (SD) aku selalu diam jika kalian ingin tahu apa sebabnya itu karena aku tidak punya teman yang aku kenal dan tidak ada orang yang sependapat dengan otakku ini. Otakku selalu berpikir tentang kehidupan yang akan datang mungkin jika ingin jelas tentang masa depan dan waktu itu tidak ada seseorang yang tahu tentang ini, mereka hanya membicarakan tentang kehidupan yang telah mereka lalui atau jika diperjelas tentang masa lalu. Menurutku masa lalu biarlah berlalu.

 Kembali ke judul, jika kalian menanyakan kenapa diam itu bukan emas? karena emas bukanlah yang selalu berkilau. Banyak dalam kehidupan ini yang berkilau selain emas, permata, intan, berlian dan sejenisnya. Menurutku yang berkilau itu adalah ketika kita mempunyai tujuan dan tujuan itu bisa digenggam maka itu seperti sesuatu yang berkilau dan tidak dapat digantikan.

 Diam, diam, diam dan diam. Kata ini selalu ada di otakku hingga sebenarnya mengganggu seperti iklan yang tiba-tiba muncul di sebuah website atau blog. Banyak yang menganggap aku ini pintar tetapi sebenarnya merekalah yang lebih pintar tetapi mereka tidak ada waktu untuk memikirkan apa yang akan terjadi mereka lebih memikirkan apa yang telah terjadi.

 Jika waktu itu tepatnya ketika aku kelas 1 dan 2 di SD aku memang selalu mendapatkan ranking dan selalu meningkat mungkin karena aku diam tetapi pada kelas 3 semester 2 (sekitar tahun 2008) mungkin mereka menganggap aku ini aneh dan mungkin mereka tahu apa penyebabnya dan nilaiku menurun mungkin juga karena aku jarang masuk sekolah dan apa waktu itu aku berhenti dari sekolah agama atau madrasah. Penyebabnya cukup kecil yaitu tidak ada waktu dalam beraktifitas di luar sekolah karena kau tahu di sekolah aku tidak punya teman mungkin karena sifatku ini yang pendiam, bagaimana tidak aku lelah terus-menerus melakukan aktivitas yang sebenarnya aku tidak inginkan dimulai dari pagi pergi ke sekolah dasar lalu pulang kira-kira pukul 12 dan satu jam setengah harus pergi ke madrasah dan pulang pukul 4 lalu ditambah aku harus pergi ke masjid dan pulang untuk tidur pukul 8 walaupun sebenarnya aku tidur setengah hingga satu jam setelah itu. Tetapi apakah ada waktu untuk bermain? Jawabannya tidak ada.


~EnS~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.